August 23rd, 2008

Entah ini baik atau buruk. Saya orangnya gampang khawatir akan keadaan orang lain dan sangat ingin (kadang hampir kayak obsesi) membuat orang yang saya khawatirkan itu senang.

Baiknya, hanya orang-orang tertentu yang bisa bikin saya senewen kayak gitu. *kalo semua orang bisa bikin saya senewen, gawat juga…

Buruknya, kalau cemasnya lagi kumat, saya susah mengalihkan perhatian saya pada hal lain. Dan karena keterbatasan saya sebagai manusia, ngga semua masalah orang yang saya cemaskan itu bisa saya bantu atasi.

Seperti malam ini. Sebutlah T mengirim saya SMS, isinya supaya saya terus mendukung S. Berhubung SMSnya ngga menjelaskan apakah S baik-baik saja atau kenapa-kenapa, saya mulai cemas.

Untungnya saya ingat S pernah bilang gini: kalau ingat sama orang lain (dan jadi ngga tenang karenanya), berdoa aja buat dia.

Tadi saya berdoa. Dan saat itu saya sadar, saya ini bukanlah seorang yang bisa mengatasi segalanya. Kalaupun saya tahu persis apa masalah orang lain sampai detil yang terpenting, mungkin saya masih ngga sanggup membantunya lepas dari masalahnya. Saya terbatas.

Tapi Tuhan saya ngga terbatas. Dan Tuhan sayang sama semua orang. Tuhan sayang sama saya, juga sama orang-orang yang saya sayangi. Dan cara Tuhan menolong kita melalui masalah-masalah kita ajaib, ngga terduga, kadang susah dimengerti… tapi yang pasti, ngga pernah terlambat.

Jadi tadi saya berdoa. Kalau dengan pikiran saya, pengetahuan saya, kekuatan saya, saya kadang ngga tahu harus melakukan apa buat membantu orang-orang di sekitar saya. Tapi Tuhan bisa tunjukkan caranya, kalau Dia mau pakai saya.

Artinya apa??? Artinya, mirip yang dibilang Bang Abdi di WM tadi, kadang ada saatnya bukan kita yang ditugaskan untuk menolong seseorang melalui masalah tertentu. Mungkin bagian kita adalah menolong dia saat menghadapi masalah lain. Makanya kadang ketika kita merasa udah melakukan banyak, kok ya keadaannya gitu-gitu aja. Kalo ngandalin pemikiran sendiri, begitu jadinya.

Tapiii ada satu hal yang selalu bisa kita lakukan dan akan selalu menjadi tugas kita. Berdoa buat orang itu. Berdoa. Berdoa. Berdoa supaya jika memang saat itu bukan bagian kita untuk melayani dia, Tuhan pakai orang lain untuk menolong dia. Berdoa supaya jika saat itu kita diiizinkan melayani dia, Tuhan pimpin kita melakukan apa yang benar.

Gyaa gyaa.. merasa post ini ngga sistematis nulisnya. Tapi intinya dapet lah ya. Sekarang saya udah tenang. Tuhan saat ini dan seterusnya sampai selama-lamanya menjaga orang yang saya sayangi.

- cheers to all -




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind