August 28th, 2008

kadang rasanya pengen menyerah.

ngga kuat, Tuhan…

- capek nangis -

August 23rd, 2008

Entah ini baik atau buruk. Saya orangnya gampang khawatir akan keadaan orang lain dan sangat ingin (kadang hampir kayak obsesi) membuat orang yang saya khawatirkan itu senang.

Baiknya, hanya orang-orang tertentu yang bisa bikin saya senewen kayak gitu. *kalo semua orang bisa bikin saya senewen, gawat juga…

Buruknya, kalau cemasnya lagi kumat, saya susah mengalihkan perhatian saya pada hal lain. Dan karena keterbatasan saya sebagai manusia, ngga semua masalah orang yang saya cemaskan itu bisa saya bantu atasi.

Seperti malam ini. Sebutlah T mengirim saya SMS, isinya supaya saya terus mendukung S. Berhubung SMSnya ngga menjelaskan apakah S baik-baik saja atau kenapa-kenapa, saya mulai cemas.

Untungnya saya ingat S pernah bilang gini: kalau ingat sama orang lain (dan jadi ngga tenang karenanya), berdoa aja buat dia.

Tadi saya berdoa. Dan saat itu saya sadar, saya ini bukanlah seorang yang bisa mengatasi segalanya. Kalaupun saya tahu persis apa masalah orang lain sampai detil yang terpenting, mungkin saya masih ngga sanggup membantunya lepas dari masalahnya. Saya terbatas.

Tapi Tuhan saya ngga terbatas. Dan Tuhan sayang sama semua orang. Tuhan sayang sama saya, juga sama orang-orang yang saya sayangi. Dan cara Tuhan menolong kita melalui masalah-masalah kita ajaib, ngga terduga, kadang susah dimengerti… tapi yang pasti, ngga pernah terlambat.

Jadi tadi saya berdoa. Kalau dengan pikiran saya, pengetahuan saya, kekuatan saya, saya kadang ngga tahu harus melakukan apa buat membantu orang-orang di sekitar saya. Tapi Tuhan bisa tunjukkan caranya, kalau Dia mau pakai saya.

Artinya apa??? Artinya, mirip yang dibilang Bang Abdi di WM tadi, kadang ada saatnya bukan kita yang ditugaskan untuk menolong seseorang melalui masalah tertentu. Mungkin bagian kita adalah menolong dia saat menghadapi masalah lain. Makanya kadang ketika kita merasa udah melakukan banyak, kok ya keadaannya gitu-gitu aja. Kalo ngandalin pemikiran sendiri, begitu jadinya.

Tapiii ada satu hal yang selalu bisa kita lakukan dan akan selalu menjadi tugas kita. Berdoa buat orang itu. Berdoa. Berdoa. Berdoa supaya jika memang saat itu bukan bagian kita untuk melayani dia, Tuhan pakai orang lain untuk menolong dia. Berdoa supaya jika saat itu kita diiizinkan melayani dia, Tuhan pimpin kita melakukan apa yang benar.

Gyaa gyaa.. merasa post ini ngga sistematis nulisnya. Tapi intinya dapet lah ya. Sekarang saya udah tenang. Tuhan saat ini dan seterusnya sampai selama-lamanya menjaga orang yang saya sayangi.

- cheers to all -

August 22nd, 2008

Everything happens for a reason..

Bukan kebetulan ayah saya dulu mutusin tinggal di Medan.
Bukan kebetulan saya ngga dibolehin SMA di Bandung.
Bukan kebetulan saya angkatannya "ditangguhkan" jadi harus angkatan 2006.
Bukan kebetulan saya ngga jadi nyoba masuk HI UI.

Bukan kebetulan saya kenal kamu, dia dan mereka.
Bukan kebetulan saya berada di sini pada waktu ini dengan perasaan ini.
Bukan kebetulan pula saya merasa bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Lagi senang dengan segala sesuatu. Mungkin karena langit cerah
*apa coba, emangnya orasi danlap?? =P

- cheers to all -

Jerit Hati

August 21st, 2008

Kepercayaan saya sudah hilang.
Dan sekarang kamu juga mau mengambil orang-orang yang saya kasihi?
Hanya mereka yang saya punya.
Kalau mereka juga harus hilang, saya mau bagaimana?

entah ke mana aku mengadu. entah pun ada yang benar-benar peduli. mungkin sebenarnya aku pun tidak peduli. mungkin semua ini hanya mimpi.

- cheers to all -

Hari Pertama Kuliah

August 19th, 2008

… mudah-mudahan bisa tetap kuat.
… mudah-mudahan bisa terus semangat.
… mudah-mudahan juga bisa selalu menyemangati.

Kadang saya takut memikirkan semua tanggung jawab yang harus saya penuhi selama semester ini. Entah apakah saya akan kuat. Masalahnya, kalau saya ngga kuat, bagaimana saya bisa menyemangati orang lain.

Hee.. Jadi ingat kata-kata Wilson waktu PD LPMI senin kemarin. Huhuu, ekstrem. Tapi menguatkan. Hehekh. Tuhan tidak akan membawa kita pada sesuatu tanpa menolong kita melaluinya.

Saya pasti kuat. Dan harus kuat. Masa mau memotivasi tapi sendirinya ngga termotivasi… Huehehekh.

Semangat aahh!!

- cheers to all -

August 17th, 2008

Separate the ones who know you from the ones who couldn’t bother to see you for all that you are.
(Tilly and the Wall - I Always Knew)

Hehekh… Daripada capek makan hati memikirkan orang-orang yang hanya pura-pura peduli, lebih baik bersyukur dan berdoa buat mereka yang memang tulus mengasihi kita.

- cheers to all -

Pemberian Diri

August 11th, 2008

Baca di sini.

- cheers to all -

August 5th, 2008

Bandung, 5 Agustus 2008. 10:15 PM.

Ada orang yang senang ketika bisa menciptakan sesuatu bagi orang lain.
Ada orang yang senang ketika menduduki posisi penting untuk memimpin orang lain.
Ada orang yang senang ketika bisa bekerja di balik layar, memperhatikan hal-hal kecil yang tak terlihat orang banyak.
Ada orang yang senang ketika bisa melayani para pemimpin, agar bisa bekerja dengan baik.
Ada orang yang senang ketika bisa menjadi pendengar yang baik buat saudara yang kesulitan.
Ada orang yang senang ketika bisa melontarkan kalimat-kalimat menghibur bagi orang lain.

Ada orang yang ingin bisa melakukan semuanya.
Tapi kini sadar betapa indahnya dunia ketika tiap orang fokus pada
bagiannya masing-masing pada saatnya masing-masing. Ketika tiap orang
bisa menghargai bagian orang lain dan menolong di saat yang tepat
dengan cara yang sehat. Ketika tiap orang sadar dan ingat betul bahwa
bagian yang ia miliki sekarang hanyalah anugerah.

Dulu saya senang merasa bisa menjadi apa saja. Memang benar, saya bisa
menjadi apa saja, kalau saya mau. Tapi saya ngga bisa menjadi yang
terbaik kalau saya ingin menjadi apa saja.

Bandung, 5 Agustus 2008. 10:35 PM
I thank the Lord for reminding me.
Betapa senangnya mengetahui ada orang yang terinspirasi oleh kata-kata, entah tertulis entah terucap. Rasanya bagi saya sungguh amat sangat luar biasa. Dan saya mau terus merangkai kata… sambil tetap mengantongi duri, untuk menusuk saya ketika saya mulai puas diri, merobek-robek kulit saya ketika tinggi hati mulai menembus lapisan dalamnya, melukai lidah saya ketika kata-kata yang dilafalkannya tidak memberkati orang lain.

Sadis? Kalau ngga mau sakit, ngga usah bermimpi jadi orang yang lebih baik.

- cheers to all -

August 4th, 2008

Pernah saking kecewanya dengan seseorang ampe dengan emosinya pengen menuliskan ini dimana-mana: "Just for the record, I once respected you. But then again, you’re the one who said that people deceive."

Yah, kalau saya sampai emosi pengen nulis itu di shoutbox, message status ym!, ampe blog, artinya orang itu memang benar-benar seseorang yang saya hormati dan sayangi, mungkin seperti saudara sendiri.

Tapi akhirnya saya ngga jadi menuliskan kalimat ntu. Karena setelah saya pikir-pikir, salah saya juga kadang terlena dengan hubungan-hubungan yang saya punya dengan orang lain sampai-sampai lupa kalau mereka itu juga manusia. Sama seperti saya. Bisa lalai memperhatikan perasaan orang lain, bisa lupa kata-kata yang pernah ia lontarkan, de-el-el de-es-be de-ka-ka.

Sekarang apakah karena sekali dikecewakan itu lalu saya ngga mau lagi percaya dan mengasihi orang ntu? Saya rasa ngga. Saya juga ngga sempurna. Kadang saya aja heran kok ya masih ada orang-orang yang sayang sama saya, padahal saya ni cueknya minta digampar. Hehehekh.

Yah… waktu ketemu di dunia maya dengan si oknum pengecewa sih, saya udah ngga punya hard feelings lagi. Mudah-mudahan ketika ketemu di dunia nyata, saya juga bisa tersenyum tulus padanya. =)

- cheers to all -