Hapeku… ou es tu?? (part 2)

July 30th, 2007

Okeh. I really don’t know where to start this post… whether I should first explain that I am a person who panics easily or that today has been a very cute day.

Sumpe deh hari ni rada ajaib. Dimulai dengan mood gw yang agak abu-abu pagi nie karena hape gw blum kedengeran kabarnya, kemaren gw begadang baca A Thousand Splendid Suns, and my body’s starting to catch a cold.

Anyway. Kenapa hari ni ajaib? Soalny.. entah mengapa, doa gue buat ketemu beberapa orang dan sebuah benda hari nie terkabul ber’turut2 dengan suksesny. Menyenangkaan. x)

Gw baru sadar waktu gw ketemu ama Nur. Jadi, setelah pergi ke TU STEI buat liat beberapa pengumuman, gw cabut ke BNI buat print buku tabungan. Yah, di jalan ke BNI, di BNI, dan di jalan dari BNI, terjadi beberapa pertemuan insidental dengan beberapa orang yang membuat gw menyadari sesuatu yang rada krusial dan mengganggu pikiran gw. (Hahaha, sumpah bahasanya bo..).

Trus, as I walked past TVST menuju gerbang belakang, still occupied with this crucial thing, gw mikir: "Aduuuh, pengen ketemu familiar faces nie. Siapa kek. Nur. Tami. Eh,, si Nur kan pulang hari ni. Tapi itu berangkat dari sono hari ni ato hari ni udah di Bandung ya?" (soalnya Nur mungkin ngerti masalah krusial yang menganggu pikiran gw tadi. x))

Gw terus berjalan menaiki tangga ke arah perpus, menyusuri depan perpus.. and guess who I saw walking in pink dari gerbang belakang? Enuuuur!! And the best part of it all was that she too had worried about the same stuff I was worrying about. Kebetulan yang menyenangkaan. Hehekh. 

Akhirnya, di jalan pulang, gw mikir: "Kan, doa gue buat ketemu orang2 udah dikabulin.. Siapa tahu.. siapa tahu aja.. hape gw juga bisa ketemu."

Udah ketebak dong endingnya?? Hehehe. Yah,, kemaren emang sempat panik sih. Abis, dalam sebulan udah ada 2 hal penting ngilang: KTP (ilangnya dah lama sih, tapi baru ngurus waktu pulang kmrn), KTM (untungnya ketemu lagi setelah gw balik ke Bandung). And I almost had to tell my mom that I’d lost my cellphone too?? Quelle bonne nouvelles, la.

Anyway. Sometimes, when you think more of light, the more chances you’d have of really seeing that light. It works for me a lot of time.. I guess it really doesn’t hurt to believe. ;-)

- cheers to all -

Hapeku… ou es tu??

July 29th, 2007

****. I lost my cellphone.

Yah, buat sebagian orang yang mengetahui dengan jelas rupa hape gw.. pasti bakal berpikir: "Ya udahlah yaaaaa.. hape retak-everywhere kayak gitu.."
ato malah ada yang mikir gini: "Fiuuuuh.. akhirnyaaa, si rnest bakal ganti hape."
ato: "Ngga mungkinlah hapenya diambil orang. Ngeliatnya aja udah males. Ngga berprospek."

But I still love my cellphone anyway… Lupa bawa hape ke kampus aja udah bikin ngga tenang seharian,, konon lagi kehilangan kayak gini.. Been there once. Why do I have to go through all this again.. I wasn’t even in a bad mood this afternoon.. (When I first lost my cellphone two years ago,, it was pretty much because of my mood swings. Duh.)

Anyway. Funny thing is, I’m so sure no one would want to have my cellphone. So when my sister tried to call my number and there was no answer, I suggested that we send a sms to my number… saying that we’d give a reward to anyone who has my celly and would return it to me. Hehehe. Well, in this case, I guess it doesn’t hurt to have hope, right?

He-eh. Yah,, semoga hape semua orang masih terlihat oleh mata masing2.. ato masih terasa di kantong masing2.. ato bunyinya terdengar entah di ujung ruangan mana ngga jauh dari diri masing2.. halah..

I actually still have a bunch of things that I want to spill here.. but my stomach’s aching so badly now..

Hapeku.. hapeku.. he-eh..

- cheers to all -

Hmmph.

July 19th, 2007

Semua kutipan diambil dari artikel "Ayo, Bawa Barang Elektronik yang Rusak ke PLN" di Harian Medan Bisnis, Kamis, 19 Juli 2007.

"Di rumah kami enggak ada barang elektronik yang rusak karena listrik padam, kok … Silakan bawa barang-barang Anda yang rusak karena pemadaman listrik itu ke PLN Medan … " ujar Manager PLN Medan, Muhamad Rusli.

Bukannya minta maaf karena udah nyusahin rakyat, malah nantangin rakyat. Kenyataannya, memang banyak alat elektronik yang rusak karena tegangan naik-turun ngga menentu.

"Tetapi kami tetap akan memberikan diskon atas tagihan rekening listrik warga sebesar 10 persen."

Diskon 90% juga ngga ada artinya kalau aktivitas orang terganggu. I wonder whether it ever occured to their (para petinggi PLN Sumut) minds, terganggunya kinerja di rumah-rumah sakit, sekolah-sekolah, kantor-kantor akibat pemadaman listrik terus-menerus. Biarpun udah punya genset, tetap aja nggak bisa kerja seoptimal biasanya, kan.

Mengenai tagihan pembayaran rekening listrik warga yang dinilai menggelembung melebihi jumlah pemakaian, Rusli membantahnya. … Jika rekening listrik warga jumlahnya dinilai tidak wajar, Rusli menilai hal itu karena jumlah rekening listriknya dibulatkan dengan tagihan pembayaran listrik bulan-bulan sebelumnya yang belum dibayar warga.

Ckckck… Lagi-lagi nyalahin warga. Yang tahu pasti mengenai ketidakwajaran rekening listrik masing-masing, kan pemilik rekening itu sendiri. Memang nggak fair kok. Listrik padam +/- 4 jam tiap hari, tapi rekening listrik bisa naik ampe 20% per bulan.

"Audit saja PLN itu." Cariaman Hutasoit, anggota komisi C dari F-PDS.

Euh… anu mas… kapaaaaaannnn??

… Rusli mengungkapkan PLN dapat beroperasi penuh kembali pada 12 Agustus 2007 mendatang.

Hmmph. We’ll see.


- cheers to all -

Non Pas Pour Toujours

July 15th, 2007

"It’s easier to be angry at the ones you trust. Because you know they’ll still be there for you, no matter what."

Got that quote from The Sisterhood Of The Traveling Pants (I prefer the book to the movie, by the way). As I was watching the movie earlier today, the words just hit me.

It just happens that I lost my mind last Thursday and got angry at someone really close to me. I couldn’t control myself and said things in an awful tone.  ****, I don’t even remember the last time before that night when I talked to anyone with the tone I had. We were cool again on Friday but I felt so terrible for having let myself get heated the night before.

Well, the quote just reminds me of how I often take certain people, certain things for granted. Always having them around me sometimes makes me forget that I’m not to have them forever. People say you gotta make the most of every moment you have with the ones you care about because you never know when the morrow decides not to come. Duh, I guess I don’t really do that. But then I don’t imagine the world without one of my family or friends. Because it must be a dreary place.

P.S. There is one thing though, that’ll always be with me… even when the sun dies and moon lost its beauty. ;-)

- cheers to all -

Hingga Tiba Saatnya

July 13th, 2007

… and indeed, I am not a perfect person. But then the world I’m familiar with is beautiful because of its imperfection.

Selama komuter itu melaju, aku terus memandang ke luar jendela. Musik mengalun di telingaku, meski kata-kata yang dilagukan begitu kelam, bagiku melodinya menawarkan dunia yang indah. Aku membayangkan diriku berada di tempat lain, suatu tempat yang jauh.

"Tidak. Permasalahannya bukan pada tempat kau berada…" aku tersadar. "..tetapi bagaimana kau memutuskan untuk bersikap."

Sudah begitu banyak yang kuperbuat, yang membuatku kecewa pada diriku sendiri, selama dua bulan terakhir. Jauh di dalam diriku, kurasa aku telah mengabaikan setiap titik yang membangun daftar kekecewaanku. Sekian lama aku menyangkal mereka, kini masing-masing titik telah begitu menyatu dengan jiwaku; aku kesulitan mencari penghapusnya. Dan saat aku akhirnya menemukan penghapus yang tepat, aku kesulitan menentukan dari mana aku harus mulai menghapus.

"Kajang. Stesen Kajang."

Pengumuman dari pengeras suara mengembalikan pikiranku ke komuter dan stasiun tujuanku. Sambil membetulkan posisi jaketku, aku menarik napas panjang.

Entah kapan perjalananku akan benar-benar berakhir.. Entah sejauh apa. Entah berapa banyak liku dan batu. Aku kan terus berusaha.. sambil mataku mencari setiap bintang yang mungkin bersembunyi, setiap pelangi yang tertutup awan..

.. dan bibirku terus bernyanyi untuk setiap melodi indah yang telah kukenal.

- cheers to all -

“Ma.. gitar patah didudukin Boas!”

July 4th, 2007

Liburan ngapain aja, Nest?

Sulit diungkapkan dengan kata-kata. Riweuh. Panas. Riweuh lagi. Gimana ngga riweuh? Belasan anak numplek di satu rumah di tengah kota Medan yang panas & lagi musimnya mati listrik.
Ada yang cuma bisa pasrah disuruh abang-abangnya bolak-balik ngambil minum ke dapur di bawah… Ada yang waktu nyoba nge-dunk malah ngerusak ring basket… Ada yang ngga sengaja ngedudukin gitar ampe gitarnya patah… Ada yang tiap kali listrik nyala bisa dipastikan berada di depan komputer… Ada drumstick jatuh dari lantai atas ke bawah (untung ngga kena siapa-siapa)… Ada yang nyusun rencana buat menghindari kerusuhan kalau-kalau semua anak jadi nginap di rumah malam ini… sampai akhirnya ada yang mulai ngga enak badan dan para petinggi menyuruh semua istirahat total - ngga boleh main dulu - biar besok bisa pulang kampung dengan penuh semangat (dan penuh kerusuhan lagi.. hehehe).
Hari ini akan tiba dua kunyuk yang paling rusuh dari semua - but the most adorable, nonetheless =) -,
Kaka Ben dan Naya. I’ve decided to post my favorite pic of them, taken last January.

Img_0032

Menyenangkaaan. One of the things I’ve learned this week is that one’s biggest enemy is oneself. Yang bikin kita merasa ngga mampu melakukan sesuatu, ngga lain dan ngga bukan adalah diri kita sendiri. =) Banyak lagi yang pengen gue tumpahkan di sini… but we never know when the electricity dies. Daripada ceritanya ngga selesai, mendingan ngga usah dibeber sekarang. Hehehe.

Well, guess this will be my last post until next weekend. Wishing everyone a very nice vacation. :-)

- cheers to all -